Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sragen melaksanakan rapat paripurna pidato perdana Bupati Sragen periode 2025-2030 pada Jumat, 21 Februari 2025. Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Sragen Suparno S.H. yang didampingi oleh pimpinan DPRD Kabupaten Sragen. Rapat paripurna dihadiri oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas, S.IP, M.A., Wakil Bupati Sragen H. Suroto, Sekretaris Daerah dr. Hargiyanto, M.Kes., dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Dalam rapat tersebut, Suparno S.H. mengucapkan selamat atas dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Sragen Periode 2025-2030 yakni Sigit Pamungkas, S.IP., M.A. dan H. Suroto. “Semoga amanah dalam melayani dan mengemban tugas untuk seluruh masyarakat Kabupaten Sragen dalam mewujudkan Sragen yang berkemajuan serta kemakmuran yang merata,” ungkapnya.
Selanjutnya, dalam pidatonya Bupati Sragen Sigit Pamungkas S.IP., M.A. menyatakan bahwa pihaknya tetap akan melanjutkan kinerja positif yang telah dilakukan oleh Bupati Sragen periode sebelumnya.
“Sragen memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah umat manusia khususnya manusia Jawa. Di Sangiran fosil manusia modern awal Pithecanthropus erectus yang berusia lebih dari 750 tahun itu telah ditemukan dan lebih dari 50% fosil di dunia itu ada di Sragen. Oleh karena itu, Sragen merupakan rumah dari manusia Jawa, the Homeland of Java Man yang kemudian berkembang menjadi peradaban maju negeri ini tanpa kita membenturkan dengan tiang agama,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat Java Man untuk berdiri tegak menatap dan berjalan ke masa depan sangat relevan dengan kondisi Sragen saat ini yang berada dalam perbatasan menuju masa depan atau future frontier. Beberapa hal penting yang harus dilakukan antara lain, pertama kita memiliki sumber daya pertanian yang harus dikembangkan agar adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas.
Kedua mempersiapkan SDM di Sragen yang kompatibel dengan kebutuhan masa depan berkaitan dengan teknologi informasi harus disiapkan sebaik-baiknya. Ketiga harus menjadi pembangunan wilayah yang merata. Desa-desa miskin di Sragen disulap menjadi desa modern, indah, dan produktif sehingga desa bisa menjadi magnet talenta masa depan dan pusat pengembangan pertanian dan peternakan yang terintegrasi.
Keempat menata wajah Sragen dengan mengoptimalkan PPJ (Pajak Penerangan Jalan) untuk penerangan, kebersihan. Kerapian dan infrasktruktur yang bebas dari vandalism akan menjadi fokus perhatian, sampah akan dikelola secara modern dan berkelanjutan, sungai menjadi bersih dan bebas polutan.
“Saya mengajak semua pihak menjadi bagian dari transformasi Kabupaten Sragen. Kita akan mendekatkan birokrasi dengan masyarakat, seminggu sekali seluruh jajaran birokrasi untuk work with society jadi tidak work from home tapi bekerja bersama masyarakat, ikut menjadi bagian langsung dan bekerja menghadapi masalah-masalah konkrit dan real yang dihadapi masyarakat,” urainya.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan merancang program untuk mengatasi kemiskinan ekstrem dan kelompok marjinal. “Bapak –ibu pimpinan dan anggota DPRD yang menjadi perwakilan rakyat kita juga menjadi bagian aktif menangkap aspirasi dan merumuskan kebijakan sebagai semangat bersama untuk menghadapi future frontier yang dibalik tantangannya juga ada peluang-peluang kemajuan,” ungkapnya. (Humas Setwan Sragen)
David Makel
The bee's knees bite your arm off bits and bobs he nicked it gosh gutted mate blimey, old off his nut argy bargy vagabond buggered dropped.
Reply